Hukum memakan kepiting di dalam Islam

078016000_1536562953-resep-masakan-sehari-hari

Kepiting merupakan salah satu seafood yang paling digemari khususnya di Indonesia. Karena rasa daging yang cenderung manis dan lembut, harga kepiting pun melonjak tingg. Boleh dibilang, kepiting menjadi salah satu seafood (khususnya pinggir jalan) dengan harga yang paling tinggi.

Dibalik nikmat daging kepiting, kehalalannya masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat muslim. Menurut MUI, kepiting dan rajungan atau sejenisnya halal karena habitat aslinya adalah air laut.

Hukum asal semua binatang laut adalah halal. Sebagaimana firman Allah,

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ

“Dihalalkan bagi kalian untuk memburu hewan laut (ketika ihram) dan bangkai hewannya, sebagai kenikmatan bagi kalian dan sebagai (bekal) bagi para musafir…” (Q.s. Al-Maidah: 96)

Imam Bukhari menyebutkan satu riwayat dari beberapa sahabat:
Abu Bakr radliallahu ‘anhu mengatakan, “Bangkai ikan halal.” Ibn Abbas mengatakan: “Yang dimaksud kata ‘tha’amuhu‘ = bangkainya, kecuali yang kotor.” Syuraih – salah seorang sahabat – mengatakan, “Segala sesuatu yang di laut, (jika mati) sudah (dianggap) disembelih.” (Shahih Bukhari, 5/2091)

Dalil lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang hukum wudhu dengan air laut, beliau menjawab,

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” (H.r. Turmudzi 69, Abu Daud 83 dan dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’, 1/42)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Apa yang Allah halalkan dalam kitab-Nya maka itu halal, dan apa yang Dia haramkan maka itu haram. Adapun benda yang didiamkan (tidak dijelaskan hukumnya) maka itu adalah ampunan, karena itu terimalah ampunan dari Allah. Karena Allah tidak lupa.” (H.r. Baihaqi 20216 dan dishahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah 2256)

Berdasarkan keterangan di atas maka makan udang, kepiting, semuanya adalah halal dan tidak ada halangan, berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan bolehkan makan hewan buruan laut. Namun jika hewannya beracun atau bisa membahayakan bagi orang yang mengkonsumsinya maka hukumnya haram, karena makan hewan ini berbahaya bukan karena haram zatnya.

Makanan halal dan haram dalam Islam

mknn1-eab86a737ba7d98f09221d38aa1ec548_600x400

Di dalam Islam, pada dasarnya apapun yang diciptakan oleh Allah bersifat halal. Namun beberapa kondisi membuat sesuatu menjadi haram, khususnya dalam hal ini makanan. Makanan yang halal haruslah suci, bebas dari najis, tidak mengandung mudharat (mendatangkan kerugian bagi yang mengkonsumsinya), dan juga diolah sesuai dengan syariat.

Sementara itu makanan dapat dikatakan haram apabila mengandung najis  (seperti darah, pengolahan tidak higienis), yang dapat mendatangkan mudharat berupa masalah kesehatan dan juga siksa secara agama bagi yang mengkonsumsinya. Selain itu, makanan yang di dapat dari hasil curian juga haram.  Atau, makanan juga bisa disebut haram apabila ada dalil yang mengatur tentang makanan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa ayat Al-Quran dan hadits terkait dengan makanan yang baik, halal dan haram :

Al-Baqarah: 168

َا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Al-Baqarah: 173

نَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

berdasarkan ayat diatas, makanan yang disebut haram adalah sebagai berikut :

  1. Bangkai

hewan dengan cara mati yang tidak wajar, seperti mati tercekik, mati karena pukulan benda tumpul, mati karena jatuh dari tempat yang tinggi, hewan yang mati karena ditanduk, ataupun diterkam predator/ binatang buas.

2. Daging babi

Allah berfirman,

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْس

Artinya : “Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al An’am: 145)

Babi termasuk haram berdasarkan ijma atau kesepakatan para ulama.

    3. Darah yang mengalir

Daging yang hendak dimakan harus bersih dari darah, terkecuali bila sulit dibersihkan kotoran/darah pada urat dagingnya.

4. Hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah / menyebut nama lain selain Allah

Dalam Islam, sembelihan orang kafir/ musyrik dapat dikategorikan haram. Namun, Hewan yang berasal dari laut boleh tidak di sembelih baik oleh muslim maupun non muslim.

5. Hewan yang bertaring dan buas

Hewan yang bertaring dan buas, tidak diperbolehkan untuk dimakan, terkecuali hewan bertaring yang tidak buas seperti kelinci atau tupai.

6. Hewan yang dilarang dibunuh di dalam agama

Yang termasuk di dalam daftar ini salah satunya semut dan tawon,

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : نَهَىرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَالدَّوَابِّ : النَّمْلَةِ ، وَالنَّحْلَةِ ، وَالْهُدْهُدِ ، وَالصُّرَدِ

Artinya “Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon, burung hud-hud dan burung surad.” [HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Di dalam hadist yang lain, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ قَالَ : ذَكَرَطَبِيبٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَوَاءً ،وَذَكَرَ الضُّفْدَعَ يُجْعَلُ فِيهِ ، فَنَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الضُّفْدَعِ

Artinya:

Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuhnya” [HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’i,  Al-Hakim, dan Baihaqi)

Meskipun terkesan banyak yang haram di dalam Islam,  namun masih banyak sekali bahan makanan yang halal, yang tentunya nikmat bagi tubuh dan juga tidak memunculkan mudharat. Usahakan makan makanan yang halal, atau bahkan yang disunnah oleh nabi seperti kurma.