Pembajakan Konten Online di Indonesia

Pembajakan hak cipta saat ini sebagian besar didorong oleh streaming ilegal konten televisi dan video. Perhatian utama dalam beberapa tahun terakhir adalah menangani penjualan perangkat streaming ilegal seperti kotak fisik atau stik USB yang dicolokkan ke TV.

 Kotak-kotak itu sering kali dimuat sebelumnya dengan aplikasi ilegal yang memungkinkan akses 'plug-and-play' ke konten bajakan. Perangkat streaming ilegal sering disebut sebagai 'Kodi box' atau Android TV Box.

 Kodi sebenarnya adalah perangkat lunak dan pemutar media sumber terbuka dan gratis yang memungkinkan orang untuk memutar dan streaming konten video. Kotak-kotak ini berjalan pada perangkat lunak yang sah itulah sebabnya mereka tersedia secara luas.

Di Indonesia, menurut survei terbaru yang dilakukan YouGov, ditemukan bahwa TV set-top box yang dapat melakukan streaming konten video bajakan digunakan oleh 29% penonton online di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh Asia Video Industry Association (AVIA) Coalition Against Piracy (CAP) ini menemukan bahwa IndoXXI Lite, LiveStream TV, dan LK 21 Reborn adalah perangkat streaming ilegal (ISD) paling populer di Indonesia.Perlu adanya diskusi dengan ip lawyer indonesia terkait masalah ini 

Ini berdampak pada layanan langganan internasional yang mencakup penawaran online pan-Asia juga. Dari 29% konsumen yang membeli ISD untuk streaming gratis, dua dari tiga (66%) membatalkan semua atau sebagian dari langganan mereka ke layanan TV berbayar resmi untuk mendukung streaming gratis ISD. Lonjakan popularitas ISD terjadi di seluruh Asia Tenggara dan sekitarnya.

Banyak dari perangkat ini datang dengan ancaman keamanan. Industri konten juga menyebutkan kekhawatiran tentang malware. Pakar keamanan telah memperingatkan bagaimana peretas dapat mengeksploitasi perangkat ini untuk menginfeksi komputer konsumen dan perangkat lain.

 Namun karena harga kotak-kotak ini yang rendah dan ketersediaan konten gratis, para pengguna, yang sebagian besar adalah generasi muda, mungkin tidak terlalu peduli tentang masalah malware. Namun, hilangnya layanan langganan dan kerugian bisnis dalam produksi dan distribusi konten yang sah merupakan masalah ekonomi dan perhatian utama di seluruh industri, baik di tingkat lokal maupun internasional. Hal ini haruslah menjadi bahan utama diskusi law firm indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *