Memakan Makanan yang Sudah Terjatuh dalam Pandangan Islam

Ketika kita sedang memakan sesuatu, seringkali sadar maupun tidak kita sadari, makanan yang sedang kita makan terjatuh ke lantai / meja. Lalu, bagaimana Islam memandang makanan yang sudah terjatuh itu?

 pernahkah sahabat mendengar bahwa Rasulullah SAW menyuruh kita untuk mengambil kembali makanan yang terjatuh? Perintah ini diriwayatkan oleh Muslim, “Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jika sesuap makanan kalian jatuh, maka hendaklah ia mengambilnya dan menghilangkan kotoran yang melekat padanya dan memakannya, dan tidak membiarkannya untuk setan.”

Hadits ini merupakan salah satu hadits yang berkaitan dengan adab makan. Selain menganjurkan untuk tidak berlebih-lebihan, ternyata Rasul juga memerintahkan untuk tidak langsung membuang makanan. Disebutkan di atas, bahwa makanan yang terjatuh, atau yang dibuang adalah untuk setan. Kita diperintahkan untuk mengambil kembali makanan yang terjatuh, membersihkan kotoran yang melekat, kemudian memakannya.

Apakah ini berlaku untuk seluruh makanan? Bagaimana bila terjatuh dikubangan air? Atau bila makanan itu berbentuk semi cair seperti bubur?

Sesungguhnya Islam itu mudah, jangan dipersulit. Jika yang terjatuh adalah sejenis makanan kering, seperti biskuit, roti, kerupuk, dan terjatuh di tempat yang kering semisal lantai atau jalan, maka ambillah lagi, lalu bersihkan yang kotor, bisa juga dibuang sedikit yang kotor. Jika yang jatuh adalah makanan basah, sejenis bubur, dan kemungkinan untuk dibersihkan kecil, jadi sedekahkan saja pada ayam (jika ada, jika tidak boleh dibuang). Sedangkan jika terjatuh di tempat yang basah, misalkan lumpur, makanan ini sebaiknya dibuang saja.

Jangan lupa, untuk menghabiskan makanan sesuai dengan arahan nabi, dan makan jangan sampai berlebihan. Karena sesungguhnya nikmat makanan secukupnya akan menjadi berkah,

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *