Mengapa Kurma Menjadi Makanan Favorit Nabi

Kurma merupakan buah yang erat kaitannya dengan bulan ramadhan, dan memiliki banyak jenis, warna, harum, dan rasa. Populernya kurma tidak lepas dari kebiasaan nabi untuk mengonsumsi kurma.

Salah satu jenis kurma yang dianggap paling nikmat sehingga lebih mahal adalah kurma ajwa. Kurma ajwa atau yang lazim dizebut kurma nabi adalah kurma yang berwarna hitam, berbau harum dan rasa yang cenderung manis.

Pada awalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanam kurma ini bersebelahan dengan masjid Quba, semenjak itu kurma ajwa disebut juga dengan kurma nabi.

Kurma Ajwa banyak manfaat bagi kesehatan. Selain mengandung vitamin A, kurma juga mengandung kalsium dan zat besi. Kebiasaan Nabi Muhammad SAW jika berbuka puasa adalah memakan buah kurma.

Adapun nama Ajwa diambil dari nama anak Salman Alfarisi, seorang Nasrani yang akhirnya masuk Islam. Dia mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan Islam.

Untuk mengenang jasa-jasanya itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, akhirnya menamakan kurma yang dimakannya saat berbuka puasa sebagai Kurma Ajwa. Itulah asal usul kurma itu disebut Kurma Ajwa, dan juga Kurma nabi.

Dalam Al Quran dan hadis Nabi disebutkan manfaat makan kurma. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan bagi para istri yang mengandung untuk makan buah kurma. Alasannya, agar anak yang akan dilahirkan kelak menjadi anak penyabar, bersopan santun serta cerdas. Dulu, makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma Ajwa.

Dikisahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajurkan seseorang untuk mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa setiap pagi. Sebab, Nabi Muhammad SAW merasakan manfaat mengonsumsi kurma Ajwa secara rutin.

Kurma Nabi atau Kurma Ajwa memiliki tekstur yang halus saat dimakan jenis kurma ini sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW. Seperti yang tertulis dalam hadis: “Barangsiapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dan yang terpenting, kenapa kurma menjadi buah favorit nabi, tertuang dalam ayat berikut :

Allah berfirman langsung bahwa telah memberi ‘kelebihan’ pada pohon kurma;

وَفِي اْلأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي اْلأُكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS:  Ar-Ra’du: 4)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *