Mengapa Babi Haram dalam Islam

Daging babi, merupakan salah satu daging yang paling umum dikonsumsi masyarakat dunia selain daging ayam, sapi, kambing, dan ikan. Lalu, mengapa dalam agama Islam babi tergolong hewan yang diharamkan?

Allah Taala telah mengharamkan memakan babi secara mutlak. FirmanNya;

قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّماً عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَماً مَسْفُوحاً أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ  (سورة الأنعام: 145)

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor.” QS. Al-An’am: 145

Babi, dianggap sebagai hewan yang najis dan kotor karena tinggal di lumpur, lalu juga memakan apapun yang di depannya bahkan kotorannya sendiri sehingga masuk dalam kategori najis.  Sifat haram babi juga disebutkan dalam surat QS Annahl ayat 115:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Lebih jelasnya lagi, Ibnu Katsir mengatakan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim bahwa memakan daging babi diharamkan, baik yang mati secara disembelih ataupun mati dalam keadaan tidak wajar. Lemak babi juga haram, sebagaimana haram atas dagingnya. Karena penyebutan daging dalam ayat tersebut disebutkan secara global (aghlabiyah), dan hukumnya diambil dengan jalan analogi (qiyas).

Banyak kelompok di luar Islam menanyakan alasan kenapa babi diharamkan. Kita sebagai orang beriman yang bijak, hendaknya tetap patuh dengan kebijakan yang telah Allah buat. Mengingat firman Allah QS Annur ayat 51:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Status diharamkannya babi pasti sudah diperhitungkan baik-baik oleh Allah, dari segi kemudharatannya hingga kenajisannya. Masih banyak hewan lain yang dapat umat nikmati, yang tentunya jauh lebih sehat dan bersih.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *