Hukum memakan kadal dalam Islam

Perbedaan-Biawak-dan-Dhabb-Serta-Hukum-Daging-Keduanya

Indonesia merupakan negeri yang penuh kekayaan kuliner, mulai dari varian cara pengolahan masakan hingga jenis bahan baku masakannya. Diantara bahan masakan yang biasa dimasak, kadal menjadi salah satu yang tidak lazim dikonsumsi rutin, karena biasa digunakan sebagai media pengobatan.

Daging kadal, dipercaya dapat memberi rasa hangat dan juga berbagai manfaat lain untuk manusia, seperti meningkatnya vitalitas. Atas dasar kepercayaan ini, permintaan akan daging kadal dan biawak meningkat secara pesat, hingga membuat harga kadal/biawak melejit.

Dengan semakin terkenalnya daging kadal, mulai banyak warung makanan yang menyajikan makanan berbasis daging kadal (biasanya bersama dengan daging ular). Lalu,  bagaimana hukum memakan daging kadal di dalam agama Islam?

Dikeluarkan oleh Imam Al Bukhari dalam Kitab Khabarul Ahad, Bab Khobarul Mar’ah Waahidah,

قَالَ (ابن عمر رضي الله عنه): كَانَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلىالله عليه وسلم، فِيهمْ سَعْدٌ، فَذَهَبُوا يَأْكُلُونَ مِنْ لَحْمٍ،فَنَادَتْهُمُ امْرَأَةٌ مِنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم،إِنَّهُ لَحْمُ ضَبٍّ، فَأَمْسَكُوا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:كُلُوا أَوِ اطْعَمُوا، فَإِنَّهُ حَلاَلٌ أَوْ قَالَ: لاَ بَأْسَ بِهِ وَلكِنَّهُلَيْسَ مِنْ طَعَامِي.

Abdullah Bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Orang-orang dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wasallam yang di antara mereka terdapat Sa’ad makan daging. Kemudian salah seorang isteri Nabi Shallallahu’alaihi wasallam memanggil mereka seraya berkata, ‘Itu daging dhab’. Mereka pun berhenti makan. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Makanlah, karena karena daging itu halal atau beliau bersabda: “tidak mengapa dimakan, akan tetapi daging hewan itu bukanlah makananku“.

Yang diizinkan pada ayat diatas adalah dhab, yakni sejenis kadal yang herbivora, berkulit cerah dan tinggal di seputar gurun. Dhab tidak memangsa hewan lain sementara itu biawak dapat diklasifikasikan sebagai hewan buas karena memangsa hewan lain bahkan hingga di perairan.

Jadi, pada dasarnya daging kadal diizinkan dikonsumsi di dalam Islam asalkan kadal tersebut termasuk jenis dhab dan bukan biawak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *